TALBIS IBLIS PDF

However, there is no general agreement on the root of the term. The name itself could not be found before the Quran in Arabic literature, [14] but can be found in Kitab al Magall. Iblis might either be regarded as a the most monotheist or the greatest sinner, but remains only a creature of God. Iblis did not become an unbeliever due to his disobedience, but because of attributing injustice to God, by asserting, the command to prostrate themselves before Adam was inappropriate.

Author:Milmaran Kilmaran
Country:Norway
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):19 October 2006
Pages:136
PDF File Size:3.38 Mb
ePub File Size:9.3 Mb
ISBN:738-2-92435-717-7
Downloads:96227
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mubar



Lalu Iblis mendatangi mereka dengan talbis-nya yang lembut, sambil membisikkan kesombongan kepada mereka, karena mereka bisa mendalami berbagai macam ilmu dan bisa mengulurkan manfaat kepada orang lain.

Di antara mereka ada yang tidak pernah bosan menggali ilmu dan merasakan kenikmatan dalam penggalian ini, yang tentu saja karena bisikan Iblis. Iblis bertanya kepadanya, "Sampai kapan engkau merasa letih melakukan semua ini? Tenangkan badanmu dalam memikul beban ini dan lapangkan hatimu dalam menikmati ilmu. Karena jika engkau melakukan kesalahan, maka ilmu dapat membebaskan dirimu dari hukuman.

Jika seseorang terkecoh dan menerima bisikan serta talbis Iblis ini, maka dia akan celaka. Jika setuju, maka dia dapat berkata, "Jawaban atas pernyataanmu dapat ditinjau dari tiga sisi: l.

Memang para ulama diutamakan karena ilmu. Namun andaikan tidak ada amal, maka ilmu itu tidak ada artinya apa-apa. Jika aku tidak mengamalkannya, berarti aku sama dengan orang yang tidak mengerti maksudnya, hingga keadaan diriku tak ubahnya orang yang mengumpulkan makanan dan memberikan makanan itu kepada orang-orang yang kelaparan, tapi dia sendiri tidak makan dan tidak mempergunakan makanan itu untuk menghilangkan rasa laparnya. Menyebutkan hukuman bagi orang-orang yang berilmu, karena tidak mau mengamalkan ilmunya, seperti Iblis dan lain-lainnya.

Celaan terhadap orang yang berilmu namun tidak beramal adalah dengan firman Allah, "Seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Iblis memperdayai orang-orang yang mendalami ilmu dan juga beramal dari sisi lain.

Kadang-kadang Iblis menunjukkan kepada mereka, bahwa yang demikian itu termasuk hak yang wajib mereka lakukan. Jika tidak melakukannya, justru mereka melakukan suatu kesalahan. Siapa yang melihat sirah para ulama salaf yang juga aktif beramal, tentu akan memandang hina dirinya sendiri dan tidak berani takabur. Iblis menyusup ke dalam diri mereka sambil membawa syubhat dengan cara yang pintar, seraya berkata, "Yang kalian cari adalah ketinggian kedudukan dan bukan takabur, karena kalian adalah para pembawa syariat.

Jika kalian membicarakan orang-orang yang dengki, akan menimbulkan kemarahan terhadap syariat. Sebab para pendengki itu suka mencela siapa pun yang menghadapi mereka. Iblis juga memperdayai orang-orang yang menekuni ilmu, sehingga mereka senantiasa berjaga pada malam hari dan tekun pada siang hari dalam menyusun kitab.

Iblis membisikkan kepada mereka bahwa maksud perbuatan ini ialah menyebarkan agama. Padahal maksud mereka yang sesungguhnya adalah agar namanya terkenal dan statusnya sebagai penulis menjadi tenar. Talbis Iblis ini tersingkap, tatkala orang-orang memanfaatkan karangannya dan membacanya, sementara karangan orang lain tidak dibaca, maka dia merasa senang, sekalipun memang tujuannya untuk menyebarkan ilmu.

Di antara orang salaf ada yang berkata, "Apa pun ilmu yang kumiliki, lalu ada yang memanfaatkannya, sekalipun tanpa menisbatkannya kepada diriku, maka aku merasa senang. Iblis menciptakan talbis, bahwa kesenangan ini karena banyaknya orang yang mencari ilmu. Padahal dia senang karena banyak yang menyebut nama dirinya.

Dia merasa ujub karena perkataan dan i1mu mereka yang ditimba darinya. Talbis Iblis ini tersingkap, ketika ada di antara mereka yang memisahkan diri darinya lalu bergabung dengan ulama lain yang lebih tenar darinya, maka dia merasa berat hati.

Yang demikian ini bukan merupakan sifat orang-orang yang tulus dalam mengajarkan ilmu. Perumpamaan orang yang tulus dalam mengajar ialah seperti para dokter yang mengobati beberapa pasien karena Allah.

Jika sebagian pasien itu ada yang sembuh, maka yang lain merasa senang. Ada para ulama yang selamat dari talbis Iblis yang nyata. Tapi Iblis tetap mendatangi mereka dengan talbis-nya yang tersembunyi, seraya berkata kepadanya, "Aku tidak pernah bertemu seseorang seperti dirimu.

Jika tidak, berarti dia telah selamat. Silahkan jika ingin menyalin atau menyebarkan isi dari Blog ini dengan mencantumkan sumbernya, semoga bermanfaat. Twitter Facebook Google Plus.

BTS611L1 PDF

Talbis Iblis Terhadap Para Ulama

.

INTERVALLIC FRETBOARD PDF

Perangkap Iblis – Terjemahan Talbis Iblis – Ibnul Jauzi

.

Related Articles