GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN PDF

Berdasarkan letak dari daerah yang tidak bergigi menurut Kennedy, cit. Soelarko R. Klas II Mempunyai daerah tanpa gigi yang terletak di bagian posterior dari gigi yang tertinggal tetapi hanya pada satu sisi saja unilateral free end. Klas III Daerah yang tidak bergigi terletak di antara gigi yang masih ada di bagian posterior bounded saddle. Klas IV Daerah yang tidak bergigi terletak di bagian anterior dan melewati median line. Bila daerah tak bergigi tambahan oleh Kennedy disebut sebagai modifikasi kecuali kelas IV tidak ada modifikasi 6.

Author:Sakus Dougrel
Country:Burma
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):4 December 2015
Pages:140
PDF File Size:20.44 Mb
ePub File Size:11.93 Mb
ISBN:436-8-49589-503-2
Downloads:22324
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJoktilar



Tujuan : Untuk pembuatan sendok cetak fisiologis dan survey pendahuluan. Bahan : Hydrocolloid Irreversible alginate c. Cara mencetak : 1. Dudukkan pasien di denta unit dengan posisi badan yang tegak 2. Pilih sendok cetak yang sesuai dengan pasien. Aduk bahan cetak dengan perbandingan alginate:air , aduk sampai homogen. Masukkan bahan cetak ke sendok cetak secukupnya.

Pada RA : operator berdiri di sebelah belakang kanan pasien. Pada RB : operator berdiri di sebelah kanan depan pasien. Masukkan sendok cetak ke mulut pasien, dan dilakukan penekanan pada daerah yang edentulous. Periksa daerah perlekatan frenulum, dan daerah2daerah tempat yang akan dijadikan retensi untuk GTSL.

Tunggu sampai bahan cetak mengeras, dan keluarkan dari mulut pasien, 7. Hasil cetakan dicuci di bawah air mengalir, perhatikan apakah hasil cetakan sudah memenuhi syarat cetakan yang baik.

Evaluasi hasil cetakan: 1. Mencakup seuruh gigi, daerah linggir dan jaringan lunak harus jelas tercetak. Pinggiran cetakan harus membulat kea rah perekatan otot. Tidak ada geembung-gelembung udara atau sobekan atau lubang. Dasar sendok cetak tidak boleh nampak. Model Cetak Anatomis 1. Hasil cetakan anatomis diisi dengan dental stone.

Setelah keras, hasil cetakan dikeluarkan dan didapatkan model anatomis dan kemudian ditanam dalam basis. Sendok Cetak Fisiologis 1. Dengan pensil merah 2 mm di atas garis biru sebagai batas pembuatan wax spacer pada daerah edentulous dan di daerah prominensia pada daerah bergigi.

Pembuatan Muscle Trimming Border molding Proses yang diakukan untuk mendapatkan batas anatomi struktur pembatas gigi tiruan yang lebih akurat. Tepi sendok cetak harus lebih pendek mm dari batas tepi jaringan yang harus dicetak. Jika tidak dibuat lubang, maka bahan cetak yang berlebih akan menyebabkan tekanan yang berlebih pada jaringan pendukung gigi tiruan. Pencetakan Fisiologis i. Metode fungsional: kombinasi antara metode mukostatis dan mukokompresi ii.

Hal ini dilakukan karena adanya perbedaan kompresibilitas antara jaringan mukosa dengan gigi. Teknik mukokompresi untuk daerah tidak bergigi dengan bahan cetak silikon atau polieter, dan teknik mukostatis untuk daerah bergigi dengan bahan cetak hidrokoloid irreversible.

Penggunaan teknik pencetakan mukofungsional: Dengan teknik mukokompresi yang disesuaikan dengan kemampuan jaringan menerima beban mukofungsional jaringan lunak alveolaris berada di bawah penekanan, sehingga pada waktu tekanan pengunyahan hanya sedikit terjadi pergerakan dari jaringan lunak hingga dapat mengurangi efek torsi gigi penyangga.

Tujuan cetak fisiologis: 1. Mengetahui arah pasang dan lepas yang tepat 2. Dukungan pada gigi penyangga lebih akurat 3. Stabilisasi pada gigi penyangga lebih baik 4. Menentukan lingkaran terbesar dari gigi penyangga untuk menentukan posisi cangkolan yang tepat ii. Menentukan permukaan gigi dan jaringan lunak yang perlu diblocking out yang akan menggangu pasang dan lepas gigitiruan iii.

Mengindentifikasi permukaan proksimal gigi agar dapat dibuat sejajar sehingga dapat bertindak sebagai guiding plane atau menentukan dataran petunjuk sehingga dapat dipasang dengan mudah iv. Mengukur derajat undercut pada gigi penyangga v. Menentu arah pasang dan lepas terbaik vi. Mencatat posisi model berhubung arah pasang dan lepas h. Oklusal rim diletakkan pada basis tersebut di daerah proccesus alveolaris yang tidak bergigi setinggi dataran oklusal.

74HC574 DATASHEET PDF

Penjelasan Singkat Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL)

Aqsa Sjuhada Oki selaku dosen pembimbing penyusunan tulisan ini atas bimbingan, arahan, serta perkuliahannya yang membantu penyelesaian makalah ini. Akibat kehilangan gigi tanpa pergantian Fungsi gigi tiruan sebagian lepasan Dampak pemakaian GTSL

BURRHUS FREDERIC SKINNER BIOGRAFIA PDF

Gigi Tiruan Sebagian Lepasan

Membantu mempertahankan gigi yang masih tertinggal 5. Memperbaiki oklusi 7. Mempertahankan jaringan lunak mulut yang masih ada agar tetap sehat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan GTS adalah : 1. Gigi tiruan tersebut harus tahan lama 2.

BLUMENBERG ARBEIT AM MYTHOS PDF

Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Pada Anak

Tanggalnya gigi sulung secara dini disebabkan oleh kerusakan gigi atau karena faktor genetik. Tanggalnya gigi mengakibatkan migrasi gigi tetangga dan antagonisnya untuk mengisi ruang yang kosong sehingga akan terjadi maloklusi. Pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan ditujukan untuk mengembalikan fungsi mastikasi, mencegah gangguan bicara dan dapat mengembalikan rasa percaya diri pada anak, terutama jika dilihat dari segi estetik. Perawatan dengan menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan anak dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan rahang. Selama periode pertumbuhan gigi tiruan memerlukan penyesuaian secara periodik dan terusmenerus, sehingga disain gigi tiruan sebagian lepasan yang dibuat tidak menghambat pertumbuhan.

ATOMTRONICS PDF

GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN

Pengertian gigi tiruan sebagian GTS menurut Osborne , adalah gigi tiruan yang mengganti gigi asli yang hilang sebagian dapat dilepas oleh pasien. Menurut Mc. Craken , GTS adalah suatu restorasi prostetik yang mengganti gigi asli yang hilang dan bagian lain rahang yang tidak bergigi sebagian, mendapat dukungan terutama dari jaringan dibawahnya dan sebagian dari gigi asli yang masih tinggalakan menjadi gigi pegangan. Gigi tiruan secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu gigi tiruan penuh dan gigi tiruan sebagian. Gigi tiruan penuh dibuat pada pasien yang sudah kehilangan seluruh gigi geliginya, sedangkan gigi tiruan lepasan dibuat bila masih ada sebagian gigi yang tersisa.

Related Articles