KEDELAI TRANSGENIK PDF

Sepudin Zuhri - Bisnis. Kedelai hasil mutasi radiasi tidak perlu dikhawatirkan, karena secara genetik setelah dilakukan radiasi tidak ada yang berubah. Selain itu tidak ada residu genetik. Berbeda dengan kedelai transgenik di mana untuk memperbaiki gen kedelai, maka disisipi gen dari makhluk lain.

Author:Sara Nesho
Country:Botswana
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):10 November 2009
Pages:202
PDF File Size:6.5 Mb
ePub File Size:20.33 Mb
ISBN:386-5-19693-696-4
Downloads:76601
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Naran



Jenis : Soya max Piper b. Morfologi Kedelai Kedelai merupakan tanaman dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam.

Kedelai akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Berikut ini adalah morfologi dari tanaman kedelai dari mulai biji hingga ke buah, yaitu : Biji Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endospperma. Embrio terletak diantara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji hilum adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.

Kecambah Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul diatas tanah.

Warna hipokotil, yaitu bagian batang kecambah dibawah kepaing, ungu atau hijau yang berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran tauge. Perakaran Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping horizontal tidak jauh dari permukaan tanah.

Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar.

Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 — 20 hari setelah tanam.

Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat NO3. Batang Kedelai berbatang dengan tinggi 30— cm. Batang dapat membentuk 3 — 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas determinate , tidak terbatas indeterminate , dan setengah terbatas semi-indeterminate.

Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek sampai sedang, ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama besar dengan daun batang tengah. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh.

Tanaman berpostur sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya. Daun Pada buku nodus pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga mempunyai tangkai agak panjang.

Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus trichoma pada kedua sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Setelah tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang. Bunga Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil.

Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Buah Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan — polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman. Jenis kedelai Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau dan Glycine soja kedelai hitam, berbiji hitam.

Kedelai Transgenik a. Sejarah perkembangan kedelai transgenik Kedelai dikenal dengan berbagai nama: sojaboom, soja, soja bohne, soybean, kedele, kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning aceh dan gadelei.

Berbagai nama ini menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat.

Orang Cina merupakan pengguna kacang kedelai sebagai makanan yang pertama. Pada sekitar tahun BC, kacang kedelai telah ditanam di bagian selatan tengah Cina dan dalam waktu singkat menjadi makanan pokok diet Cina.

Kacang kedelai telah diperkenalkan di Jepang sekitar tahun AD dan meluas ke seluruh negara-negara asia secara pesat. Kacang kedelai dikenal di Eropa sekitar tahun AD. Pada awal abad ke, kacang kedelai telah ditanam secara komersial di Amerika Serikat. Hingga saat ini sudah ratusan gen dari berbagai sumber yang berhasil dipindahkan ke tanaman dan memunculkan ratusan jenis varietas tanaman baru yang disebut tanaman transgenik.

Namun sebagian besar tanaman transgenik tersebut belum dipasarkan. Pada tahun luas areal untuk tanaman transgenik di seluruh dunia telah mencapai 1,7 ha, dan tiga tahun kemudian meningkat menjadi hampir 40 juta ha. Negara- negara yang melakukan penanaman tersebut antara lain Amerika Serikat 28,7 juta ha , Argentina 6,7 juta ha , Kanada 4 juta ha , Cina 0,3 juta ha , Australia 0,1 juta ha , dan Afrika Selatan 0,1 juta ha. Indonesia sendiri pada tahun telah mengimpor produk pertanian tanaman pangan transgenik berupa kedelai sebanyak 1,09 juta ton, bungkil kedelai Sementara itu, tanaman transgenik lainnya yang masih dalam tahap penelitian di Indonesia adalah kacang tanah, kakao, tebu, tembakau, dan ubi jalar.

Pada tahun , luas areal tanaman transgenik yang memanfaatkan teknik bioteknologi di seluruh dunia mengalami peningkatan sebesar 15 persen atau setara dengan 67,7 juta hektar. Peningkatan luas lahan yang digunakan untuk mengembangkan tanaman transgenik tersebut termasuk kawasan seluas 3 juta hektar tanaman kedelai transgenik soybean Bt di Brazil.

Brazil merupakan negara yang pertama kali menyetujui penanaman kedelai transgenik selama tahun Sampai akhir tahun , jumlah lahan yang ditanami dengan kedelai transgenik mengalami kenaikan sebesar 13 persen.

Luas lahan bagi budidaya kedelai transgenik meningkat hingga mencapai 41,4 juta hektar, atau setara dengan 55 persen produksi kedelai secara global. Tanaman transgenik adalah suatu produk rekayasa genetika melalui transformasi gen dari makhluk hidup lain ke dalam tanaman yang tujuannya untuk menghasilkan tanaman baru yang memiliki sifat unggul yang lebih baik dari tanaman sebelumnya.

Tanaman transgenik direkayasa pertama kali pada tahun an, yakni melalui proses mentransfer gen b—faseolin dari kacang-kacangan ke kromosom bunga matahari. Perkembangan lebih lanjut telah memungkinkan untuk melakukan transformasi genetik ke eksplan yang mampu beregenerasi seperti daun, batang dan akar.

Terobosan terakhir dalam hal meregenarasikan tanaman monokot transgenik telah menghilangkan penghambat utama dalam usaha untuk perbaikan sifat tanaman serealia.

Tanaman transgenik dipercayakan akan bermanfaat bagi lingkungan dengan mengurangi penggunaan herbisida dan insektisida, membantu petani, memecahkan krisis pangan, menyelesaikan masalah kelaparan dengan meningkatkan lahan tanaman, dan meningkatkan nutrisipangan. Di alam, bakteri Bt menghasilkan senyawa yang bisa membunuh larva serangga tertentu. Dengan rekayasa genetika, kedelai transgenik juga didesain tahan terhadap herbisida.

Pengekspor kedelai transgenik ke Indonesia Sebenarnya produk transgenik yang masuk ke Indonesia bukan hanya kedelai. Saat ini empat tanaman transgenik utama adalah kedelai, jagung, kanola, dan kapas. Sebagian besar kedelai di Indonesia berasal dari Amerika. Dan dari komoditas kedelai AS jelas-jelas hasil rekayasa gen. Begitu pula sayuran segar merupakan produk tanaman transgenik.

Produk makanan dari bahan transgenik juga dipasarkan di beberapa negara, kecuali negara Eropa yang saat ini sudah menolak produk makanan dari bahan transgenik terutama dari Amerika Serikat Scientific American, April Penemu tanaman transgenik Herbert Boyer dan Stanley Cohen pada tahun berhasil untuk pertama kalinya mengembangkan tanaman transgenik.

Pro dan Kontra Tanaman Transgenik Perkembangan transgenik yang luar biasa di 3 tahun terakhir membawa kekawatiran dan persepsi masyarakat umum. Kekhawatiran dan persepsi ini telah muncul lebih seperempat abad lalu setelah Herbert Boyer dan Stanley Cohen pada tahun berhasil untuk pertama kalinya mengembangkan transgenik, meskipun secara alamiah rekombinasi DNA sebenarnya juga terjadi BPPT, Tanaman transgenik ini menjadi pro dan kontra bagi masyarakat di dunia karena belum adanya penjelasan yang tepat mengenai aman atau tidaknya tanaman transgenik untuk dikonsumsi oleh manusia.

Dengan demikian, muncul pandangan-pandangan dari beberapa kelompok yang setuju pro terhadap tanaman transgenik dan juga dari beberapa kelompok yang menentang kontra terhadap tanaman transgenik.

Beberapa pandangan dari kedua kelompok tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pandangan kelompok yang setuju tanaman transgenik. Beberapa kelompok yang setuju dengan tanaman transgenik menganggap bahwa tanaman transgenik memiliki kualitas lebih dibanding tanaman konvensional, kandungan nutrisi lebih tinggi, tahan hama, tahan cuaca, umur pendek, dan sebagainya, sehingga penanaman komoditas tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan secara cepat dan menghemat devisa akibat penghematan pemakaian pestisida atau bahan kimia lain serta tanaman transgenik produksi lebih baik.

Selain itu, teknik rekayasa genetika sama dengan pemuliaan tanaman yaitu memperbaiki sifat-sifat tanaman dengan menambah sifat-sifat ketahanan terhadap cekaman hama maupun lingkungan yang kurang menguntungkan sehingga tanaman transgenik memiliki kualitas lebih baik dari tanaman konvensional, serta bukan hal baru karena sudah lama dilakukan tetapi tidak disadari oleh masyarakat.

Tanaman transgenik dianggap dapat mengurangi dampak kerusakan dan pencemaran lingkungan misalnya tanaman transgenik tidak perlu pupuk kimia, tidak perlu pestisida, dan lain-lain.

Sehingga tanaman transgenik dapat membantu upaya perbaikan lingkungan. Pandangan kelompok yang tidak setuju tanaman transgenik Beberapa kelompok yang tidak setuju tanaman transgenik menganggap bahwa tanaman transgenik yang dapat menyebabkan kemungkinan bahaya pencemaran biologis mahluk hidup lain, penyelewengan sifat toksin, munculnya alergi yang tidak diketahui dan antibiotic.

Mereka menganggap bahwa bioteknologi rekayasa genetika bukan soal meningkatkan produksi pangan semata, tetapi lebih merupakan eksploitasi kehidupan dan sistem pendukung kehidupan demi mencari keuntungan.

Kelebihan dan Kekurangan Tanaman Transgenik Tanaman transgenik yang selama ini diperdebatkan oleh berbagai kalangan di dunia, memiliki kelebihan dan kekurangan baik di bidang pertanian, peternakan, kesehatan maupun dari aspek sosial dan agama.

Kelebihan tanaman transgenik 1. Bidang Pertanian Aplikasi teknologi DNA rekombinan di bidang pertanian berkembang pesat dengan dimungkinkannya transfer gen asing ke dalam tanaman dengan bantuan bakteri Agrobacterium tumefaciens.

Melalui cara ini telah berhasil diperoleh sejumlah tanaman transgenik seperti tomat dan tembakau dengan sifat-sifat yang diinginkan, misalnya perlambatan kematangan buah dan resistensi terhadap hama dan penyakit tertentu.

Pada dasarnya rekayasa genetika di bidang pertanian bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan suatu negara dengan cara meningkatkan produksi, kualitas, dan upaya penanganan pascapanen serta prosesing hasil pertanian. Peningkatkan produksi pangan melalui revolusi gen ini ternyata memperlihatkan hasil yang jauh melampaui produksi pangan yang dicapai dalam era revolusi hijau.

HARMONY 300I PDF

Konsumsi Kedelai Hasil Rekayasa Genetik, Amankah? Ini Penjelasannya!

Saptowo J Pardal Tempe Siapa yang tidak suka tempe? Hampir semua masyarakat Indonesia pasti pernah dan sangat suka makan tempe. Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang sangat terkenal, bahkan di manca negara. Namun seringnya Tempe masih dianggap makanan murahan dan tidak bergizi, sehingga sering dipandang sebelah mata, dikarenakan tidak banyak yang tahu keistimewaan tempe. Padahal, tempe banyak sekali mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan. Tempe merupakan sumber protein nabati, dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rhizopus oligosporus.

HODAJUCI NA RUKAMA PDF

Tanaman transgenik

Meski belum ada penelitian yang pasti soal dampak buruk kedelai transgenik, beberapa ahli sudah menemukan adanya alergen atau zat pemicu alergi di kedelai transgenik. Biji-bijian yang banyak mengandung protein itu kini mulai banyak diwaspadai terutama di negara-negara maju seperti Eropa yang mengurangi secara drastis penggunaan kedelai transgenik. Sementara di Indonesia, kedelai transgenik justru menjadi tulang punggung untuk produksi makanan dan minuman seperti tahu, tempe, susu kedelai atau menjadi camilan. Apa itu kedelai transgenik? Kedelai transgenik adalah tanaman pangan yang dihasilkan dari teknik rekayasa genetika atau biologi molekuler atau dikenal dengan Genetically Modified Organism GMO. Tanaman-tanaman tersebut dimodifikasi atau disisipkan gen tertentu dengan tujuan untuk memperbaiki sifat-sifat yang diinginkan seperti meningkatkan resistensi terhadap pestisida, hama, kekeringan. Tanaman yang dihasilkan melalui teknik rekayasa genetika pun dapat diproduksi dalam waktu yang singkat, sehingga produktivitasnya menjadi lebih baik.

Related Articles