MAKALAH ATONIA UTERI PDF

Oksitosin intravena akan bekerja segera untuk menyebabkan uterus berkontraksi. Ringer Laktat akan membantu memulihkan volume cairan yang hilang selama atoni. Jika uterus wanita belum berkontraksi selama 6 langkah pertama, sangat mungkin ia mengalami perdarahan postpartum dan memerlukan penggantian darah yang hilang secara cepat. Mulai lagi Kompresi Bimanual Jika atoni tidak teratasi setelah 7 langkah pertama, Interna atau pasang tampon mungkin ibu mengalami masalah serius lainnya. Rujuk segera ke RS.

Author:Visar Nashakar
Country:Brazil
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):27 February 2019
Pages:421
PDF File Size:15.4 Mb
ePub File Size:15.91 Mb
ISBN:214-4-92796-631-7
Downloads:3822
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Doubar



Sekitar separuh dari kematian ibu hamil akibat perdarahan disebabkan oleh kausa pascapartum dini ini. Jika dijumpai perdarahan yang berlebihan, etiologi spesifiknya perlu dicari. Atonia uterus, retensi plasenta termasuk plasenta akreta dan variannya, serta laserasi saluran genital merupakan penyebab tersering perdarahan dini. Perdarahan intrapartum atau pascapartum dini yang parah kadang-kadang diikuti oleh kegagalan hipofisis sindrom sheehan yang ditandai oleh kegagalan laktasi, amenore, atrofi payudara, rontoknya rambut pubis dan aksila, hipotiroidisme, dan insufisiensi korteks adrenal.

Insidensi sindrom sheehan semula diperkirakan adalah 1 per Di Amerika Serikat, sindrom ini tampaknya sudah semakin jarang dijumpai. Perdarahan obstetri sering disebabkan oleh kegagalan uterus untuk berkontraksi secara memadai setelah pelahiran. Pada banyak kasus, perdarahan postpartum dapat diperkirakan jauh sebelum pelahiran. Contoh-contoh ketika trauma dapat menyebabkan perdarahan postpartum anatara lain pelahiran janin besar, pelahiran dengan forseps tengah, rotasi forseps, setiap manipulasi intrauterus, dan mungkin persalinan pervaginam setelah seksio sesarea VBAC atau insisi uterus lainnya.

Atonia uteri yang menyebabkan perdarahan dapat diperkirakan apabila digunakan zat-zat anestetik berhalogen dalamm konsentrasi tinggi yang menyebabkan relaksasi uterus Gilstrap dkk, Apa yang dimaksud dengan perdarahan pasca persalinan? Bagaimana fisiologi dari atonia uteri? Bagaimana patofisiologi dari atonia uteri? Apa saja etiologi dari atonia uteri? Bagaimana faktor predisposisi dari atonia uteri? Bagaimana tanda dan gejala dari atonia uteri?

Bagaimana manifestasi klinis dari atonia uteri? Bagaimana penatalaksanaan dari atonia uteri? Bagaimana pencegahan dari atonia uteri? Mengetahui pengertian perdarahan pasca persalinan. Mengetahui fisiologi dari atonia uteri. Mengetahui patofisiologi dari atonia uteri 4. Mengetahui etiologi dari atonia uteri. Mengetahui faktor predisposisi dari atonia uteri. Mengetahui tanda dan gejala dari atonia uteri. Mengetahui manifestasi dari atonia uteri.

Mengetahui penatalaksanaan dari atonia uteri 9. Dengan demikian perdarahan postpartum merupakan penjelasan suatu kejadian dan bukkan diagnosis. Di inggris, separuh kematian ibu hamil akibat perdarahan disebabkan oleh proses postpartum Bonnar Apabila terjadi perdarahan berlebihan, harus dicari etiologi yang spesifik.

Atonia uteri, retensi plasenta-termasuk plasenta akreta dan variannya, serta laserasi traktus genitalia merupakan penyebab sebagian besar kasusu perdarahan postpartum. Dalam 20 tahun terakhir, plasenta akreta telah mengalahkan atonia uteri sebagai penyebab tersering perdarahan postpartum yang keparahanya mengharuskan dilakukannya histerektomi Chestnul dkk, ; Clark dkk.

Secara tradisional, perdarahan pascapartum didefinisikan sebagai kehilangan ml atau lebih darah setelah persalinan pervaginam atau ml atau lebih setelah sesar. Wanita dengan hipervolemia normal akibat kehamilan biasanya mengalami peningkatan volume darah sebesar 30 hingga 60 persen yang bagi kebanyakan wanita, berarti 1 sampai 2 liter. Oleh karena itu, wanita yang bersangkutan akan menoleransi pengeluaran darah, tanpa mengalami penurunan yang nyata dalam hematokrit yang mendekati volum darah yang ia tambahkan selama hamil.

Meskipun pengeluaran darah yang melebihi ml beluum pasti merupakan suatu kejadian abnormal untuk persalinan pervaginam, namun kehilangan darah yang sebenarnya biasanya dua kali lipat dari pada yang diperkirakan.

Atonia uteria relaksasi otot uterus adalah Uteri tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan pemijatan fundus uteri plasenta telah lahir. Setelah plasenta lahir, fundus harus selalu di palpasi untuk memastikan bahwa uterus berkontraksi dengan baik.

Kegagalan uterus untuk berkontraksi setelah melahiirkan sering menjadi penyebab perdarahan obstetris. Faktor predisposisi atonia uteri diperlihatkan di Tabel Pembedahan antara perdarahan akibat atonia uterus dan akibat laserasi secara tentatif di dasarkan pada kondisi uterus.

Uterus yang atoniik akan lembek dan tidak keras pada palpasi. Jika tetap terjadi perdarahan meskipun uterus berkontraksi dengan kuat, kausa perdarahanya kemungkinan besar adalah laserasi. Darah yang merah segar juga mengisyaratkan laserasi. Uuntuk memastikan peran laserasi sebagai kausa perdarahan, harus dillakukan pemeriksaan yang cermat terhadap vagina, serviks dan uterus. Kadang-kadang perdarahan disebabkan oleh atonia dan trauma, terutama setelah pelahiran operatif mayor.

Secara umum, setelah setiap kelahiran harus dilakukan inspeksi terhadap inspeksi terhadap serviks dan vagina untuk mengidentifkasi perdarahan akibat laserasi. Anestesi harus adekuat untuk mencegah rasa tidak nyaman selama pemeriksaan ini. Pemeriksaan ringga uterus, serviks dan seluruh vagina merupakan hal yang esensial setelah ekstraksi bokong, setelah versi podalik iinterna, dan setelah persalinan pervaginam pada seorang wanita dengan riwayat sesar.

Leveno, Kennethj. Saat plasenta terlepas, banyak arteri dan vena yang menyalurkan darah menuju dan dari plasenta terputus secara mendadak. Di tempat implantasi plasenta, diperlukan kontraksi dan retraksi miometrium untuk menekan pembuluh-pembuluh tersebut dan menyebabkan obliterasi lumen agar perdarahan dapat dikendalikan.

Potongan plasenta atau bekuan darah yang melekat akan menghambat kontraksi dan retraksi efektif miometrium sehingga hemostasis di tempat implantasi tersebut terganggu. Jika miometrium di tempat implantasi plasenta dan disekitarnya berkontraksi dan beretraksi dengan kuat, kecil kemungkinan terjadi perdarahan yang fatal meskipun terjadi gangguan mekanisme pembekuan yang hebat.

Selama kala tiga persalinan, akan terjadi perdarahan tak-terhindarkan yang disebabkan oleh pemisahan parsial sementara plasenta. Sewaktu plasenta terlepas, darah dari tempat implantasi dapat cepat lolos kedalam vagina pemisahan duncan atau tersembunyi di balik plasenta dan membran pemisahan schultze sampai plasenta lahir.

Turunnya plasenta ditandai oleh kendurnya tali pusat. Jika perdarahan menetap, diindikasikan pengeluaran plasenta secara manual.

Uteus harus di pijat jika tidak berkontraksi dengan kuat. Leveno, Kennethj Atonia uteri yang menyebabkan perdarahan dapat diperkirakan apabila digunakan zat-zat anestetik berhalogen dalam konsentrasi tinggi yang menyebabkan relaksasi uterus Gilstrap dkk, Uterus yang mengalami overdistensi besar kemungkinan besar mengalami hipotonia setelah persalinan.

Dengan demikian, wanita dengan janin besar, janin multipel, atau hidramnion rentan terhadap perdarahan akibat atonia uteri. Kehilangan darah pada persalinan kembar, sebagai contoh, rata-rata hampir ml dan mungkin jauh lebih banyak pritchard, Wanita yang persalinannya ditandai dengan his yang terlalu kuat atau tidak efektif juga dengan kemuungkinan mengalami perdarahan berlebihan akibat atonia uteri setelah melahirkan.

Demikian juga, persalinan yang dipicu atau dipacu dengan oksitosin lebih rentan mengalami atonia uteri dan perdarahan postpartum. Wanita dengan paritas tinggi mungkin berisiko besar mengalami atonia uteri. Fucs dkk. Mereka melaporkan bahwa insiden perdarahan postpartum sebesar 2,7 persen pada para wanita ini meningkat empat kali lipat dibandingkan dengan populasi obstetri umum.

Babinszki dkk. Overdistensi uterus dapat disebabkan oleh kehamilan ganda, janin makrosomia, polihidramnion atau abnormalitas janin misal hidrosefalus berat , kelainan struktur uterus atau kegagalan untuk melahirkan plasenta atau distensi akibat akumulasi darah di uterus baik sebelum maupun plasenta lahir. Lemahnya kontraksi moimetrium merupakan akibat dari kelelahan karena persalinan lama atau persalinan dengan tenaga besar, terutama biila mendapatkan stimmulasi. Hal ini dapat pula terjadi sebagai akibat dari iinhibisi kontraksi yang disebabkan oleh obat-obatan, seperti agen anestesi terhalogenisasi, nitrat, obat-obat antiinflamasi nonsteroid, magnesium sulfat, beta simpatomimetik dan nifedipin.

Penyebab lain yaitu plasenta letak rendah, toksin bakteri korioamnionitis, endomiometritis, septikemia , hipoksia akibat hipoperfusi atau uterus couvelaire pada abruptio plasenta dan hipotermia akibat resusitasi masif. Faktor penyebab terjadinya atonia uteri adalah : 1. Atonia Uteri a. Paritas : Sering dijumpai para multipara dan grandemultipara c. Partus lama dan partus terlantar d.

Obstein operatif dan narkosa e. Faktor sosio ekonomi, yaitu mamumsi 2. Sisa plasenta dan selaput ketuban 3. Jalan lahir : robekan perineum, vagina serviks, famiks dan rahim. Penyakit darah 5. Kelainan pembekuan darah misalnya hipofibrinogenemia 6. Perdarahan yang banyak 8. Kematian janin yang lama dalam kandungan 9. Pre-eklamsi dan eklamsi Infeksi, hepatitis dan septik syok E. Faktor Predisposisi Perdarahan oleh karena atonia uteri dapat dicegah dengan: a.

Beberapa faktor predisposisi terjadinya atonia uteri adalah: d. Kelelahan karena persalinan lama atau persalinan kasep. Persalinan grande-multipara. Ibu dengan keadaan umum yang jelek, anemis atau menderita penyakit menahun. Mioma uteri yangmenggangu kontraksi rahim. Infeksi intrauterin korioamnionitis. Ada riwayat pernah atonia uteri sebelumnya. Peristiwa sering terjadi pada kondisi ini adalah darah keluar disertai gumpalan disebabkan tromboplastin sudah tidak mampu lagi sebagai anti pembeku darah.

Uterus tidak berkontraksi dan lembek. Gejala klinis berdasarkan penyebab : 1.

BALKAN BREAKTHROUGH THE BATTLE OF DOBRO POLE 1918 PDF

Contoh Makalah Kebidanan Penanganan Atonia Uteri

Yuni Wiwid Resti Roliyah 2. Elani Wibowo 3. Theresia Rambu Leki 4. Eka Ria Novita 5. Dyah Laela Nuraeni 6.

BANYAN TREE CORNICHE BAY PDF

Atonia Uteri

Sekitar separuh dari kematian ibu hamil akibat perdarahan disebabkan oleh kausa pascapartum dini ini. Jika dijumpai perdarahan yang berlebihan, etiologi spesifiknya perlu dicari. Atonia uterus, retensi plasenta termasuk plasenta akreta dan variannya, serta laserasi saluran genital merupakan penyebab tersering perdarahan dini. Perdarahan intrapartum atau pascapartum dini yang parah kadang-kadang diikuti oleh kegagalan hipofisis sindrom sheehan yang ditandai oleh kegagalan laktasi, amenore, atrofi payudara, rontoknya rambut pubis dan aksila, hipotiroidisme, dan insufisiensi korteks adrenal. Insidensi sindrom sheehan semula diperkirakan adalah 1 per

BLUMENBERG ARBEIT AM MYTHOS PDF

MAKALAH TENTANG ATONIA UTERI

Hal ini merupakan penyebab perdarahan post partum yang paling penting dan biasa terjadi segera setelah bayi lahir hingga 4 jam setelah persalinan. Atonia uteri dapat menyebabkan perdarahan hebat dan dapat mengarah pada terjadinya syok hipovolemik Admin, Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa defenisi atonia uteri merupakan perdarahan pasca persalinan dimana akibat dari kegagalan serabut — serabut otot uterus terjadi perdarahan post partum dimana terjadi setelah plasenta lahir atau 4 jam setelah plasenta lahir Anik dan Yulianigsih, Etiologi Lemahnya kontraksi miometrium merupakan akibat dari kelelahan karena persalinan lama atau persalinan dengan tenaga besar, terutama bila mendapatkan stimulasi. Hal ini dapat pula terjadi sebagai akibat dari inhibisi kontraksi yang disebabkan oleh obat-obatan, seperti agen anestesi terhalogenisasi, nitrat, obat-obat antiinflamasi nonsteroid, magnesium sulfat, beta-simpatomimetik dan nifedipin.

CHELONIA AGASSIZII PDF

Atonia Uteri: Pengertian, Gejala, Risiko, Penanganan

Diposting oleh Unknown di Latar Belakang Perdarahan primer ialah perdarahan yang terjadi setelah persalinan sampai 24 jam postpartum. Perdarahan primer salahsatunya di sebabkan oleh atonia uteri. Jika penyebab perdarahan tersebut tidak teratasi dengan baik maka dapat menyebabkan ibu post partum jatuh kedalam keadaan gawatdarurat. Oleh karena itu dalam makalah ini kami membahas mengenai pengertian dari penyebab atonia uteri itu sendiri, apa yang menyebabkannya, apa permasalahan atau komplikasi bila terjadi atonia uteri, bagaimana tanda dan gejalanya, dan bagaimana upaya pencegahan maupun penangannya. Rumusan Masalah 1.

Related Articles